Wednesday, October 14, 2009

Pinggiran Kota Ambon

Permasalahan di Kota Ambon

Pinggiran Kota-Desa (Rural-Urban Fringe) dewasa ini telah menjadi sorotan dalam berbagai kajian ilmiah dalam menelaah aspek-aspek perkembangannya yang cukup urgen dengan berbagai persoalan-persoalan lingkungan yang terjadi. Hal ini disebabkan tingginya densifikasi yang terjadi pada daerah pusat kota seiring dengan pertambahan penduduk sehingga kompetisi penggunaan lahan merambah hingga ke daerah pinggiran kota dan akibatnya konversi penggunaan lahan yang terjadi khsusunya di Indonesia dari waktu-waktu yang semakin intensif diperkirankan hingga mencapai sekitar 100 ha lahan per tahunnya.

Bertolak dari hal tersebut, maka tingginya konversi lahan yang terjadi, perlu adanya perhatian terhadap dampak-dampak lingkungan yang mungkin dapat terjadi di kemudian hari. Data Badan Pusat Statistik menyebutkan bahwa selama tahun 1983 sampai dengan 1993 sekitar 935000 hektar lahan pertanian yang hilang dan sekitar 425 hektar diantara lahan-lahan pertanian.

Kota Ambon sebagai salah satu Kota di Indonesia dengan daerah pinggiran kota yang tersebar hampir melingkupi keseluruhan daerah kota, dan salah satu isu yang perlu mendapat perhatian adalah menyangkut fenomena daerah pinggiran kota dan proses perubahan spasial dan sosial ekonomi di daerah ini yaitu terjadinya proses transisi dari daerah perdesaan menjadi perkotaan sehingga berada dalam tekanan kegiatan-kegiatan perkotaan yang meningkat yang berdampak pada perubahan fisikal termasuk konversi lahan pertanian dan non pertanian dengan berbagai dampaknya. Dengan demikian maka untuk mengatasi permasalahan dampak negatif yang mungkin ditimbulkan, maka perlu para pengambil kebijaan di negeri ini untuk segera melakukan tindakan baik preventif maupun kuratif untuk membatasi proses densifikasi permukiman di daerah pinggiran kota.

Sebagai bahan informasi, bahwa dampak akibat adanya pembukaan lahan seiring dengan pertambahan penduduk yang ada, tercatatat bahwa pada tahun 2008 sekitar 11.863 hektar lahan kritis di Kota Ambon yang disebabkan pembukaan lahan tanpa pengelolaan yang tepat, serta pengaturan tata air yang kurang baik yang sebagian besar disebabkan oleh pendangkalan hulu sehingga lahan kurang mampu menyimpan air.

Post a Comment

0 comments:

  © Blogger templates Newspaper III by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP