PENETRASI KOTA AMBON
Penetrasi Kota Ambon
Kota Ambon merupakan kota kecil dengan sebaran penduduk yang terus meningkat dari tahun ke tahun diprediksikan pada tahun 2020 akan mengalami pelonjakan penduduk hingga 330,979 jiwa. Sebagian besar pakar perkotaan sependapat bahwa kurang lebih pada dua dekade mendatang, penduduk yang bertempat tinggal di daerah perkotaan akan mencapai sekitar 60%, sehingga akan mengalami tekanan yang semakin besar untuk memenuhi kebutuhan penghuninya.
Ekstensi kota dan pertumbuhan penduduk Kota Ambon yang diperkirakan dapat menampung penduduk sekitar 233.319 jiwa dengan kepadatan penduduk 649 jiwa/km2 telah melebihi daya tampung kawasan pengembangan atau dengan kata lain tidak tersedia cukup lahan untuk menampung perkembangan kawasan kota yang terjadi.
Banyak Peneliti yang telah mengkaji bahwa ekstensi kota dapat menciptakan sejumlah problem, yaitu kongesti trafik komuter (padatnya arus orang pinggiran yang bekerja di kota) memacu melonjaknya penggunaan kendaraan pribadi dan fasilitas jalan, perambahan lahan pertanian dan konservasi alam. Persoalan ekonomi yang muncul, yaitu perubahan masyarakat desa akibat perubahan lahan pertanian akan menciptakan pengangguran dan maraknya sektor informal. Perkembangan bangunan rumah yang memencar atau sprawl menjadi sangat tidak terkendali karena harga tanah di daerah sub-urban masih murah. Persoalan lingkungan seperti banjir besar juga merupakan contoh akibat kerusakan ekologis.
Dengan demikian, sebagai pembanding, kiranya dalam pengembangan kota Ambon masa depan, Salah satu kota yang sangat menarik berkaitan dengan proses perubahan desa ke kota adalah Kota Zongsan (Cina) yang merupakan kumpulan kota-kota kecil dengan penduduk masing-masing 50.000 hingga 100.000 jiwa. Kota-kota ini berkembang di sekitar lahan pertanian dan membentuk aglomerasi dengan total penduduk 5 juta jiwa dan mempunyai pusat dan spesialisasi komoditas yang dijual.
Post a Comment